Tips Memilih Catering Pernikahan

Tips cerdas memilih katering pernikahan ini sangat penting untuk para calon pengantin baru. Menyajikan hidangan yang terbaik bagi para tamu undangan Agar Anda terhindar dari ‘bencana’ saat menggelar pesta pernikahan, berikut kami berikan tips memilih catering pernikahan dari :
1. Biasanya hotel atau gedung pertemuan memiliki rekanan perusahaan catering yang profesional dan berpengalaman. Namun jika ternyata Anda tidak menggunakan jasa perusahaan katering yang menjadi rekanan hotel atau gedung, Anda harus melihat reputasi dan pengalaman perusahaan katering tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak Anda inginkan.
2. Setiap perusahaan jasa katering biasanya pernikahan selalu menyediakan paket makanan yang isinya aneka ragam makanan dan minuman, termasuk makanan kecil, minuman ringan, dessert, dan makanan gubuk (food stall). Untuk Anda yang tidak memiliki waktu lebih atau sibuk dengan pekerjaan kantor, paket semacam ini akan memudahkan Anda. Jika Anda kurang cocok dengan menu makanan yang tersedia di paket tersebut, Anda bisa mengurangi, mengganti jenis makanan, atau menambahkan paket makanan.
3. Diskusikan makanan apa saja yang Anda inginkan dan buat catatan secara detail bersama si pemilik jasa katering yang Anda pilih. Jadi, jika di hari-H perusahaan katering ternyata tidak membuat menu makanan sesuai yang Anda inginkan dan tidak memberi tahu Anda terlebih dulu, Anda bisa meminta pertanggungjawaban perusahaan katering tersebut.

4. Agar tidak terjadi masalah kehabisan makanan karena jumlah tamu yang ternyata tidak sesuai dengan jumlah undangan, pastikan Anda menghitungnya dengan benar. Jika Anda menyebarkan sebanyak 400 undangan untuk acara pernikahan malam hari, berarti Anda harus menyediakan makanan untuk 800 porsi makanan untuk 800 orang tamu.
Menu buffet sebaiknya 50% dari total porsi makanan yaitu 400 porsi makanan. Sedangkan untuk menu gubuk (food stall), Anda kalikan 4 (bila acara digelar pada siang hari) atau kalikan 3 (jika acara digelar malam hari). Total menu gubuk adalah 400 X 3 = 1.200 porsi. Dari 1.200 porsi menu gubuk bisa Anda bagi-bagi menjadi beberapa menu. Sedangkan untuk menu dessert adalah total porsi makanan dikurangi porsi buffet yaitu sebanyak 400 porsi dessert.
5. Pilih sistem pesanan katering berdasarkan paket prasmanan, bukan berdasarkan jumlah piring dan gelas yang dipesan. Kalau berdasarkan paket prasmanan yang dipesan, maka perusahaan katering akan terus mengeluarkan piring dan gelas selama makanan masih tersedia. Sistem berdasarkan jumlah piring dan gelas biasanya dilakukan oleh calon mempelai yang menggelar pernikahan sitting dining table.
6. Jangan lupa untuk mencicipi menu makanan yang Anda pilih di beberapa perusahaan katering. Dari food tester inilah, bisa diketahui perusahaan katering mana yang cocok dengan keinginan Anda. Lihat pula penampilan makanan, kesigapan pelayanan, kebersihan, dan sebagainya agar Anda tidak kecewa nantinya.

7. Daripada Anda memilih hanya 10 menu dalam jumlah 100 porsi untuk satu menu makanan, sebaiknya Anda memilih 20 menu untuk 50 porsi. Jenis makanan dalam jumlah banyak justru akan membuat tamu merasa Anda memanjakan ‘lidah’ mereka dengan berbagai varian menu makanan.

Demikian tips memilih catering pernikahan dari kami, semoga bermanfaat.

Tips Persiapan Keuangan Untuk Menikah

Banyak masyarakat yang menganggap bahwa menyelenggarakan pernikahan identik dengan mahal. Padahal, tak selamanya meresmikan ikatan pernikahan memakan banyak biaya. Bagi pria yang ingin menikah, ketahui beberapa persiapan keuangan yang dilakukan untuk menikah.

Makna Akad dan Resepsi

Akad nikah merupakan upacara sakral dimana sang mempelai pria resmi menikahi mempelai wanita dengan persetujuan wali nikah. Akad nikah biasa disebut juga pemberkatan nikah bagi umat Kristiani. Sedangkan, resepsi merupakan acara yang melambangkan rasa syukur mempelai atas pernikahan yang dilakukan dengan mengundang sejumlah keluarga dan kerabat.

Budget akad nikah pada hari kerja di Kantor Urusan Agama adalah gratis, sedangkan di luar jam kerja akan dikenakan tarif Rp 600 ribu.

Apabila budget Anda minimal, Anda dapat memilih melakukan akad nikah tanpa resepsi. Atau, resepsi dapat pula dilakukan dengan hidangan menu yang sederhana.

Mempersiapkan Maskawin

Salah satu pos yang mendapat perhatian dan menjadi syarat sahnya menikah adalah adanya mas kawin. Besar mas kawin tergantung pada permintaan mempelai perempuan dan keluarganya. Musyawarah dapat dilakukan untuk membahas berapa jumlah mas kawin yang diberikan kepada mempelai wanita.

Sesuaikan Jumlah Tamu Undangan

Jumlah tamu undangan pernikahan perlu disesuaikan dengan acara karen sangat menentukan jumlah konsumsi yang diperlukan. Anda juga perlu mensurvey catering yang menyediakan hidangan untuk tamu. Jika budget Anda minimal, Anda dapat pula meminta bantuan kepada tetangga atau saudara untuk membuatkan menu hidangan. Harga yang didapat tentu akan lebih murah dibanding buatan catering.

Pernik-pernik Pernikahan

Undangan, souvenir, dekorasi, MC dan musik, dan segala macam pernik-pernik pernikahan sangat mempengaruhi biaya yang dikeluarkan. Diskusikan mengenai biaya yang dikeluarkan oleh mempelai pria dan keluarga mempelai wanita, terutama apabila acara yang diselenggarakan adalah acara gabungan.

Persiapkan Kehidupan Pasca Menikah

Semeriahnya pesta, tentu akan kalah dengan beragamnya warna kehidupan pasca menikah. Ya, hidup bersama seseorang yang mulanya tak pernah Anda kenal kadang sangat menarik. Tak hanya saling mengenal satu sama lain, kadang konflik keuangan muncul dan diperlukan adaptasi antara keduanya.

see more : catatankerja.com

Sebelas Pasang Pengantin Nikah di Tugu Jogja

Sebelas pasang pengantin mengucapkan janji suci mereka untuk sehidup semati dalam ikatan perkawinan di Pal Putih atau dikenal dengan Tugu Yogyakarta, Minggu, (06/09) pagi.   Prosesi pernikahan yang  dikemas dalam adat dan tradisi Jawa-Yogyakarta itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dan warga Yogyakarta.

Kesebelas pasang pengantin  itu terdiri atas 4 pasang Warga Negara Indonesia (WNI) dari Yogyakarta dan Jawa Tengah  serta  7 pasang Warga Negara Asing (WNA). Pasangan WNI  adalah  Badari dari Pengasih Kulonprogo dan Arifah Murdowati dari Panumping Yogyakarta,  Yuli Suranto dari Kulonprogo dan Yulita Sulityaningsih dari Tegalrejo Yogyakarta, Budi Prasetyo dari Bantul dan Sasilia Arum dari Purworejo Jateng dan Arif Prasojo warga Jetis Yogyakata dan Noviayanti warga Jetis Yogyakarta.

Sedangkan ketujuh pasangan penganti WNA adalah Gondor La Szelo dari Hungaria dengan Obermayor Dora (Hongaria), Pawel Rudzinski (Polandia) dengan Izivile Steniukynaite (Lithuania), Misa (Polandia) dengan Debora Pastircakova (Slovakia), Amir Masoud Soheili (Iran) dengan Greta (Lithuania), Federico (Italia) dengan Katarzyna (Polandia),  Ethan Louis Boyd Scawartz (California-AS) dengan Zuzana Mathernova (Slovakia), dan Joaquin Eduardo Mangini (Argentina) dengan Gabriela Kovacokova (Slovakia).

Ketua Fortais RM. Ryan Budi Nuryanto. SE menjelaskan semua pasangan pengantin mendapat fasilitas  berupa mahar berisi seperangkat alat sholat, ijab unik di Tugu Jogja, biaya pernikahan, pesta rakyat, kirab manten, dan cincin pernikahan. Selain itu para pengantin  juga mendapat perawatan manten dan produk perawatan dari perusahan alat kecantikan, menikmati dinner romantik  serta berbulan madu di hotel berbintang di Yogyakarta.

Prosesi pernikahan itu diawali dengan kirab pengantin dari Aula Harian Kedaulatan Rakyat menuju Tugu Yogyakarta. Berjalan paling depan adalah peraga Edan-edanan, diikuti putri Koran lalu disusul ke sebelas pasangan pengantin. Dibelakangnya para juru rias yang tergabung dalam paguyuban rias Kinasih Jogja.

Setelah ijab Kabul dilakukan para pengantin diharuskan mengikuti ritual  adat pernikahan Jawa seperti upacara Panggih, Pasrah Sanggan, Balangan Gantal, Wijik/Ngabekten, Wiji Dadi, Kacar-kucur, Dhahar Walimah, Ngunjuk Tirta Wening dan lainnya. Semua upacara itu  dilakukan secara bersama sama oleh para pengantin.

Pasangan Ethan Louis Boyd Scawartz (California-AS) dan Zuzana Mathernova (Slovakia) mengaku sedikit bingung dengan rangkaian upacara adat itu. Namun mereka merasa senang dan puas. “Kami

tidak tahu apa maksud upacara itu. Namun kami merasa senang karena bisa menikah di sini (Yogyakarta) dan disaksikan banyak orang, termasuk bapak Walikota,” ujar Ethan Louis dalam bahasa Inggris dan disetujui oleh istrinya.

Pernikahan itu dipimpin langsung kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Jetis Yogyakarta, Drs. R. Harun Rasyid dan Penghulu Jaenal Syarifudin dengan saksi nikah Drs. Sihono dan Ryan Budi Nuryanto, Ketua Fortais Sewon Bantul. Prosesi pernikahan itu dihadiri oleh Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti, Pimpinan dari Forlkompinda Kota Yogyakarta, Forkompida Kecamatan Jetis, Tokoh masyarakat, keluarga pengantin dan warga masyarakat dalam dan luar negeri.

Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada kesebelas pengantin dan berharap mereka dapat hidup bahagia. “Saya atas nama Pemerintah Kota Yogyakarta mengucapkan selamat menempuh hidup baru. Selamat berbahagia, semoga terwujud keluarga yang sakinah, mawadah, warrohma,” ujar Walikota. Walikota juga berpesan setelah mengucapkan janji nikah di Pal Putih (Tugu Yogyakarta) para pegantin tetap setia pada pasangan mereka dan tidak berniat untuk menikah lagi.

Usai prosesi pernikahan dilakukan pelepasan balon secara bersamaan oleh para penganti.(@mix)

– See more at: http://www.jogjakota.go.id/

Tradisi pernikahan adat Betawi

Tradisi pernikahan adat Betawi Dalam adat pernikahan adat Betawi, prosesinya dimulai dengan keberadaan Mak Comblang, Lamaran, Pingitan, dan Siraman. Ada juga prosesi Potong Cantung atau Mengerik Bulu Kaling dengan memakai uang logam yang diapit kemudian digunting. Mempelai wanita pun melalui proses Malam Pacar dengan menghias kuku tangan dan kaki dengan pacar. Pada hari berikutnya, dilaksanakan akad nikah dimana mempelai wanita memakai baju kurung dengan teratai dan selendang sarung songket. Sedangkan sang mempelai pria akan mengenakan jas Rebet dengan kain sarung plakat, jas, hem, kopiah, serta baju gamis, yaitu jubah Arab saat resepsi dimulai.

Upacara Adat Perkawinan Betawi

Pernikahan merupakan suatu prosesi yang sakral bagi kebanyakan orang. Upacara pernikahan yang digelar di masyarakat memiliki banyak tradisi yang pastinya berbeda dengan daerah lainnya.

Setiap daerah memiliki tradisi unik untuk acara upacara pernikahan. Salah satu yang cukup unik adalah pernikahan adat Betawi. Dalam budaya aslinya, pernikahan Betawi termasuk memiliki tahapan yang beragam, dari mulai lamaran, pertunangan, seserahan sampai pernikahan.

Namun sayang, saat ini pernikahan adat Betawi yang unik itu sudah sulit ditemui. Kebanyakan orang bahkan orang Betawi sekalipun sudah jarang melakukan prosesi pernikahan seperti itu, tetapi lebih banyak mengikuti gaya modern.

Berikut ini sejumlah tahapan dalam pernikahan adat Betawi yang perlu kita ketahui :

1. Melamar

Ada istilah sebelum proses melamar calon istri, namanya ngedelengin artinya upaya menemukan kecocokan antara calon suami dan calon istri. Setelah dirasa cocok, dilanjutkan dengan lamaran.

Lamaran adalah proses di mana si keluarga pria mendatangi keluarga si perempuan. Dalam budaya Betawi yang masih orisinil biasanya yang dikirim sebagai utusan adalah anggota keluarga dekat bukan langsung orangtua. Prosesi lamaran dibarengi dengan membawa aneka makanan sebagai tanda ‘hormat’ keluarga pihak pria kepada pihak perempuan. Bawaan yang dibawa berupa pisang sebanyak dua atau tiga sisir, roti tawar empat buah, dan beberapa macam buah.

2. Masa pertunangan dan penentuan hari pernikahan

Begitu lamaran diterima pihak perempuan, si pria dan si perempuan pun bertunangan. Tahapan ini ditandai dengan diadakannya acara mengantar kue-kue dan buah-buahan dari pihak pria ke rumah si perempuan. Dalam acara pertunangan itu pula dilangsungkan musyawarah antara dua keluarga untuk menentukan hari pernikahan calon pengantin.

Biasanya juga membicarakan tentang segala tetek bengek persiapan pernikahan. Misalnya berapa jumlah mas kawin dan jumlah uang belanja.

3. Seserahan

Setelah hari pernikahan disepakati, dimulailah rangkaian acara puncak pernikahan adat Betawi. Jaman sekarang biasanya dalam hal menyediakan keperluan pesta, misalnya untuk makanan, pihak pria memberikan uang belanja begitu saja kepada pihak perempuan untuk dibelanjakan segala keperluan pernikahan. Kalau jaman dulu, pihak pria benar-benar menyerahkan seserahan berupa beras, ayam, kambing, daging, sayur-mayur, bumbu-bumbu dapur, dan sebagainya untuk membantu perhelatan pernikahan yang  biasanya dilangsungkan di rumah mempelai perempuan.

Biasanya berbarengan dengan seserahan calon mempelai pria juga sekaligus menyerahkan uang sembah. Uang sembah bisa dibilang merupakan hadiah dari pihak pria kepada si perempuan. Uang sembah itu dibawa dengan menggunakan sirih dare, yaitu berupa anyaman dari daun sirih berbentuk kerucut.

Selain uang sembah ada juga uang pelangkah, yakni jika si gadis mempunyai kakak yang belum menikah. Uang pelangkah wajib disediakan oleh si calon mempelai pria. Maksudnya sebagai tanda permintaan maaf karena si adik mendahuluinya dan semoga si kakak enteng jodoh.

4. Pernikahan

Pada hari-H, calon mempelai pria datang beriring-iringan diantar sanak saudara menuju rumah mempelai wanita. Jaman sekarang biasanya ijab dan kabul dilaksanakan di rumah mempelai wanita. Hal menarik dalam adat pernikahan Betawi adalah prosesi penyambutan oleh mempelai wanita selaku tuan rumah. Petasan dan musik rebana disiapkan untuk  menyambut sang ‘tamu agung’. Begitu mempelai pria bersama  keluarganya tiba, petasan rentet pun dinyalakan, tar..tar..tar.. bunyi petasan saling bersahutan bersamaan dengan musik rebana yang menyanyikan lagu shalawatan (salam kepada tamu agung).

Ketika datang pun mempelai pria tetap membawa aneka makanan khas Betawi, buah-buahan dan tentu saja Roti Buaya. Roti Buaya merupakan simbol kesetiaan di mana diharapkan sang pengantin saling setia seperti buaya yang hanya kawin sekali seumur hidup

5. Buka Palang Pintu

Sebelum mempelai pria diterima masuk ke dalam rumah, ada prosesi yang namanya Buka Palang Pintu. Caranya, si keluarga mempelai pria menjelaskan maksud kedatangan mereka dengan menggunakan pantun Betawi. Keluarga mempelai wanita juga menjawab dengan pantun, sehingga terjadilah berbalas pantun. Maksud prosesi ini sendiri adalah memberikan sejumlah syarat kepada calon mempelai pria sebelum  diterima oleh pihak si gadis. Syaratnya, keluarga si pria harus pandai ‘bekelai’ (berkelahi-red) dan ‘ngaji’ (mengaji-red). Tujuannya agar si pria mampu melindungi dan menjadi pemimpin agama buat keluarganya kelak.

Berikut penggalan pantun seperti yang kerap dilakukan dalam prosesi Buka Palang Pintu:

L (keluarga laki-laki): Assalamu’alaikum
P (keluarga perempuan): Walaikum salam.
L: Begini bang. Makan sekuteng di Pasar Jum’at, mampir dulu di Kramat Jati, aye dateng ama rombongan dengan segala hormat, mohon diterime dengan senang hati
P: Oh, jadi lu uda niat dateng kemari. Eh Bang, kalo makan buah kenari, jangan ditelen biji-bijinye. Kalo lu udeh niat dateng kemari. Gue pengen tahu ape hajatnye?…
L: Oh. jadi Abang pengen tahu ape hajatnye. Emang Abang kagak dikasih tau ame tuan rumehnye. Bang, ade siang ade malam, ade bulan ade matahari, kalo bukan lantaran perawan yang di dalam, kaga bakalan nih laki, gue anterin ke mari                                                   P: Oh. jadi lantaran perawan Abang kemari?…Eh. Bang, kage salah Abang beli lemari, tapi sayang kage ade kuncinye, kage salah abang datang kemari, tapi sayang tuh, perawan ude ade yang punye
L: Oh.jadi tuh perawan ude ade yang punye. Eh Bang crukcuk kuburan Cine, kuburan Islam aye nyang ngajiin, biar kate tuh perawan udeh ade yang punye, tetep aje nih laki bakal jadiin
P: .Jadi elu kaga ngerti pengen jadiin. Eh Bang kalo jalan lewat Kemayoran, ati-ati jalannye licin, dari pada niat lu kage kesampaian, lu pilih mati ape lu batalin
L: Oh. Jadi abang bekeras nih. Eh Bang ibarat baju udah kepalang basah, masak nasi udah jadi bubur, biar kate aye mati berkalang tanah, setapak kage nantinye aye bakal mundur
P: Oh. jadi lu sangke kage mau mundur, ikan belut mati di tusuk, dalam kuali kudu masaknye, eh. Nih palang pintu kage ijinin lu masuk, sebelum lu penuin persaratannye
L: Oh. Jadi kalo mao dapet perawan sini ade saratnye, Bang.?
P: Ade, jadi pelayan aje ada saratnye, apa lagi perawan.
L: Kalo begitu, sebutin saratnye. Bang.
P: Lu pengen tau ape saratnye. Kude lumping dari tangerang, kedipin mate cari menantu, pasang kuping lu terang-terang, adepin dulu jago gue satu-persatu
L: Oh. jadi kalo mao dapet perawan sini saratnye bekelai Bang.
P: Iye. Kalo lu takut, lu pulang.
L: Bintang seawan-awan, aye itungin beribu satu, berape banyak Abang punya jagoan, aye bakal adepin satu-persatu.

Biasanya setelah saling menantang dalam pantun, masing-masing keluarga mengeluarkan jurus ala silat Betawi. Konon, pada jaman dahulu mereka berkelahi betulan. Sekarang tentu saja perkelahian itu hanya simbol belaka. Karena pada dasarnya pihak keluarga perempuan cuma ingin melihat sejauh mana kepandaian silat si calon mempelai pria.

Usai prosesi Buka Palang Pintu, mempelai pria pun diterima keluarga mempelai wanita. Selanjutnya mereka melakukan prosesi ijab dan kabul.

titoajah.wordpress.com

Pernikahan Adat Jawa

Susunan (Tata Cara) Pernikahan Adat Jawa

Pernikahan atau sering pula disebut dengan perkawinan merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah kehidupan setiap orang. Masyarakat Jawa memiliki sebuah adat atau cara tersendiri dalam melaksanakan upacara sakral tersebut,Upacara Pernikahan Adat Jawa. Upacara Pernikahan Adat Jawa dimulai dari tahap perkenalan sampai terjadinya pernikahan atau akad Nikah.
Tahapan-tahapan Upacara Pernikahan Adat Jawa tersebut memiliki simbol – simbol dalam setiap sessionnya, atau biasa kita sebut sebagai makna yang terkandung dalam tiap tahapan Upacara Pernikahan Adat Jawa. Adapun tahapan – tahapan dalam Upacara Pernikahan Adat Jawa adalah sebagai berikut.
Nontoni
Pada tahap ini sangat dibutuhkan peranan seorang perantara. Perantara ini merupakan utusan dari keluarga calon pengantin pria untuk menemui keluarga calon pengantin wanita. Pertemuan ini dimaksudkan untuk nontoni, atau melihat calon dari dekat. Biasanya, utusan datang ke rumah keluarga calon pengantin wanita bersama calon pengantin pria. Di rumah itu, para calon mempelai bisa bertemu langsung meskipun hanya sekilas. Pertemuan sekilas ini terjadi ketika calon pengantin wanita mengeluarkan minuman dan makanan ringan sebagai jamuan. Tamu disambut oleh keluarga calon pengantin wanita yang terdiri dari orangtua calon pengantin wanita dan keluarganya, biasanya pakdhe atau paklik.
Nakokake/Nembung/Nglamar
Sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, perantara akan menanyakan beberapa hal pribadi seperti sudah adakah calon bagi calon mempelai wanita. Bila belum ada calon, maka utusan dari calon pengantin pria memberitahukan bahwa keluarga calon pengantin pria berkeinginan untuk berbesanan. Lalu calon pengantin wanita diajak bertemu dengan calon pengantin pria untuk ditanya kesediaannya menjadi istrinya. Bila calon pengantin wanita setuju, maka perlu dilakukan langkah-langkah selanjutnya. Langkah selanjutnya tersebut adalah ditentukannya hari H kedatangan utusan untuk melakukan kekancingan rembag (peningset).
Peningset ini merupakan suatu simbol bahwa calon pengantin wanita sudah diikat secara tidak resmi oleh calon pengantin pria. Peningset biasanya berupa kalpika (cincin), sejumlah uang, dan oleh-oleh berupa makanan khas daerah. Peningset ini bisa dibarengi dengan acara pasok tukon, yaitu pemberian barang-barang berupa pisang sanggan (pisang jenis raja setangkep), seperangkat busana bagi calon pengantin wanita, dan upakarti atau bantuan bila upacara pernikahan akan segera dilangsungkan seperti beras, gula, sayur-mayur, bumbon, dan sejumlah uang.
Ketika semua sudah berjalan dengan lancar, maka ditentukanlah tanggal dan hari pernikahan. Biasanya penentuan tanggal dan hari pernikahan disesuaikan dengan weton (hari lahir berdasarkan perhitungan Jawa) kedua calon pengantin. Hal ini dimaksudkan  agar pernikahan itu kelak mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi seluruh anggota keluarga.
Pasang Tarub
Bila tanggal dan hari pernikahan sudah disetujui, maka dilakukan langkah selanjutnya yaitu pemasangan tarub menjelang hari pernikahan. Tarub dibuat dari daun kelapa yang sebelumnya telah dianyam dan diberi kerangka dari bambu, dan ijuk atau welat sebagai talinya. Agar pemasangan tarub ini selamat, dilakukan upacara sederhana berupa penyajian nasi tumpeng lengkap. Bersamaan dengan pemasangan tarub, dipasang juga tuwuhan. Yang dimaksud dengan tuwuhan adalah sepasang pohon pisang raja yang sedang berbuah, yang dipasang di kanan kiri pintu masuk. Pohon pisang melambangkan keagungan dan mengandung makna berupa harapan agar keluarga baru ini nantinya cukup harta dan keturunan. Biasanya di kanan kiri pintu masuk juga diberi daun kelor yang bermaksud untuk mengusir segala pengaruh jahat yang akan memasuki tempat upacara, begitu pula janur yang merupakan simbol keagungan.
Midodareni
Rangkaian upacara midodareni diawali dengan upacara siraman. Upacara siraman dilakukan sebelum acara midodareni. Tempat untuk siraman dibuat sedemikian rupa sehingga nampak seperti sendang yang dikelilingi oleh tanaman beraneka warna. Pelaku siraman adalah orang yang dituakan yang berjumlah tujuh diawali dari orangtua yang kemudian dilanjutkan oleh sesepuh lainnya. Setelah siraman, calon pengantin membasuh wajah (istilah Jawa: raup) dengan air kendi yang dibawa oleh ibunya, kemudian kendi langsung dibanting/dipecah sambil mengucapkan  kata-kata: “cahayanya sekarang sudah pecah seperti bulan purnama”. Setelah itu, calon penganten langsung dibopong oleh ayahnya ke tempat ganti pakaian.
Setelah berganti busana, dilanjutkan dengan acara potong rambut yang dilakukan oleh orangtua pengantin wanita. Setelah dipotong, rambut dikubur di depan rumah. Setelah rambut dikubur, dilanjutkan dengan acara “dodol dawet”. Yang berjualan dawet adalah ibu dari calon pengantin wanita dengan dipayungi oleh suaminya. Uang untuk membeli dawet terbuat dari kreweng (pecahan genting) yang dibentuk bulat. Upacara dodol dhawet dan cara membeli dengan kreweng ini mempunyai makna berupa harapan agar kelak kalau sudah hidup bersama dapat memperoleh rejeki yang berlimpah-limpah seperti cendol dalam dawet dan tanpa kesukaran seperti dilambangkan dengan kreweng yang ada di sekitar kita.
Menginjak rangkaian upacara selanjutnya yaitu upacara midodareni. Berasal dari kata widadari, yang artinya bidadari. Midadareni merupakan upacara yang mengandung harapan untuk membuat suasana calon penganten seperti widadari. Artinya, kedua calon penganten diharapkan seperti widadari-widadara, di belakang hari bisa lestari, dan hidup rukun dan sejahtera.
Akad Nikah
Akad nikah adalah inti dari acara perkawinan. Biasanya akad nikah dilakukan sebelum acara resepsi. Akad nikah disaksikan oleh sesepuh/orang tua dari kedua calon penganten dan orang yang dituakan. Pelaksanaan akad nikah dilakukan oleh petugas dari catatan sipil atau petugas agama.
Panggih
Upacara panggih dimulai dengan pertukaran kembar mayang, kalpataru dewadaru yang merupakan sarana dari rangkaian panggih. Sesudah itu dilanjutkan dengan balangan suruh, ngidak endhog, dan mijiki.
Balangan suruh
Upacara balangan suruh dilakukan oleh kedua pengantin secara bergantian. Gantal yang dibawa untuk dilemparkan ke pengantin putra oleh pengantin putri disebut gondhang kasih, sedang gantal yang dipegang pengantin laki-laki disebut gondhang tutur. Makna dari balangan suruh adalah berupa harapan semoga segala goda akan hilang dan menjauh akibat dari dilemparkannya gantal tersebut. Gantal dibuat dari daun sirih yang ditekuk membentuk bulatan (istilah Jawa: dilinting) yang kemudian diikat dengan benang putih/lawe. Daun sirih merupakan perlambang bahwa kedua penganten diharapkan bersatu dalam cipta, karsa, dan karya.
Ngidak endhok
Upacara ngidak endhog diawali oleh juru paes, yaitu orang yang bertugas untuk merias pengantin dan mengenakan pakaian pengantin, dengan mengambil telur dari dalam bokor, kemudian diusapkan di dahi pengantin pria yang kemudian pengantin pria diminta untuk menginjak telur tersebut. Ngidak endhog mempunyai makna secara seksual, bahwa kedua pengantin sudah pecah pamornya
Wiji dadi
Upacara ini dilakukan setelah acara ngidak endhok. Setelah acara ngidak endhog, pengantin wanita segera membasuh kaki pengantin pria menggunakan air yang telah diberi bunga setaman. Mencuci kaki ini melambangkan suatu harapan bahwa “benih” yang akan diturunkan jauh dari mara bahaya dan menjadi keturunan yang baik.
Timbangan
Upacara timbangan biasanya dilakukan sebelum kedua pengantin  duduk di pelaminan. Upacara timbangan ini dilakukan dengan jalan sebagai berikut: ayah pengantin putri duduk di antara kedua pengantin. Pengantin laki-laki duduk di atas kaki kanan ayah pengantin wanita, sedangkan pengantin wanita duduk di kaki sebelah kiri. Kedua tangan ayah dirangkulkan di pundak kedua pengantin. Lalu ayah mengatakan bahwa keduanya seimbang, sama berat dalam arti konotatif. Makna upacara timbangan adalah berupa harapan bahwa antara kedua pengantin dapat selalu saling seimbang dalam rasa, cipta, dan karsa.
Kacar-kucur
Caranya pengantin pria menuangkan raja kaya dari kantong kain, sedangkan pengantin wanitanya menerimanya dengan kain sindur yang diletakkan di pangkuannya. Kantong kain berisi dhuwit recehan, beras kuning, kacang kawak, dhele kawak, kara, dan bunga telon (mawar, melati, kenanga atau kanthil). Makna dari kacar kucur adalah menandakan bahwa pengantin pria akan bertanggungjawab mencari nafkah untuk keluarganya. Raja kaya yang dituangkan tersebut tidak boleh ada yang jatuh sedikitpun, maknanya agar pengantin wanita diharapkan mempunyai sifat gemi, nastiti, surtini, dan hati-hati dalam mengatur rejeki yang telah diberikan oleh suaminya.
Dulangan
Dulangan merupakan suatu upacara yang dilakukan dengan cara kedua pengantin saling menyuapkan makanan dan minuman. Makna dulangan adalah sebagai simbol seksual, saling memberi dan menerima.
Sungkeman
Sungkeman adalah suatu upacara yang dilakukan dengan cara kedua pengantin duduk jengkeng dengan memegang dan mencium lutut kedua orangtua, baik orangtua pengantin putra maupun orangtua pengantin putri. Makna upacara sungkeman adalah suatu simbol perwujudan rasa hormat anak kepada kedua orangtua
Kirab
Upacara kirab berupa arak-arakan yang terdiri dari domas, cucuk lampah, dan keluarga dekat untu menjemput atau mengiringi pengantin yang akan keluar dari tempat panggih ataupun akan memasuki tempat panggih. Kirab merupakan suatu simbol penghormatan kepada kedua pengantin yang dianggap sebagai raja sehari yang diharapkan kelak dapat memimpin dan membina keluarga dengan baik.
Jenang Sumsuman
Upacara jenang sumsuman dilakukan setelah semua acara perkawinan selesai. Dengan kata lain, jenang sumsuman merupakan ungkapan syukur karena acara berjalan dengan baik dan selamat, tidak ada kurang satu apapun, dan semua dalam keadaan sehat walafiat. Biasanya jenang sumsuman diselenggarakan pada malam hari, yaitu malam berikutnya setelah acara perkawinan.
Boyongan/Ngunduh Manten
Disebut dengan boyongan karena pengantin putri dan pengantin putra diantar oleh keluarga pihak pengantin putri ke keluarga pihak pengantin putra secara bersama-sama. Ngunduh manten diadakan di rumah pengantin laki-laki. Biasanya acaranya tidak selengkap pada acara yang diadakan di tempat pengantin wanita meskipun bisa juga dilakukan lengkap seperti acara panggih biasanya. Hal ini tergantung dari keinginan dari pihak keluarga pengantin laki-laki. Biasanya, ngundhuh manten diselenggarakan sepasar setelah acara perkawinan
Makna atau Simbol yang Tersirat dalam Unsur Upacara Pernikahan
* Ubarampe tarub (pisang, padi, tebu, kelapa gading, dan dedaunan): bermakna bahwa kedua mempelai diharapkan nantinya setelah terjun dalam masyarakat dapat hidup sejahtera, selalu dalam keadaan sejuk hatinya, selalu damai (simbol dedaunan), terhindar dari segala rintangan, dapat mencapai derajat yang tinggi (simbol pisang raja), mendapatkan rejeki yang berlimpah sehingga tidak kekurangan sandang dan pangan (simbol padi), sudah mantap hatinya dalam mengarungi bahtera rumah tangga (simbol tebu), tanpa mengalami percekcokan yang berarti dalam membina rumah tangga dan selalu sehati (simbol kelapa gading dalam satu tangkai), dan lain-lain.
* Air kembang : bermakna pensucian diri bagi mempelai sebelum bersatu.
* Pemotongan rambut : bermakna inisiasi sebagai perbuatan ritual semacam upacara kurban menurut konsepsi kepercayaan lama dalam bentuk mutilasi tubuh.
* Dodol dhawet : bermakna apabila sudah berumah tangga mendapatkan rejeki yang berlimpah ruah dan bermanfaat bagi kehidupan berumah tangga.
* Balangan suruh : bermakna semoga segala goda akan hilang dan menjauh akibat dari dilemparkannya gantal tersebut.
* Midak endhog : bermakna bahwa pamor dan keperawanan sang putri akan segera hilang setelah direngkuh oleh mempelai laki-laki. Setelah bersatu diharapkan segera mendapat momongan seperti telur yang telah pecah.
* Timbangan : bermakna bahwa kedua mempelai mempunyai hak dan kewajiban yang sama dan tidak ada bedanya di hadapan orang tua maupun mertua.
* Kacar-kucur : bermakna bahwa mempelai laki-laki berhak memberikan nafkah lahir batin kepada mempelai putri dan sebaliknya pengantin putri dapat mengatur keuangan dan menjaga keseimbangan rumah tangga.
* Dulangan : bermakna keserasian dan keharmonisan yang akan diharapkan setelah berumah tangga, dapat saling memberi dan menerima.
* Sungkeman : bermakna mohon doa restu kepada orangtua dan mertua agar dalam membangun rumah tangga mendapatkan keselamatan, dan terhindar dari bahaya.
 Gambar-gambar susunan nikah adat jawa
Upacara panggih = Temu . Upacara ini seharusnya diadakan di rumah pengantin putri. Tapi, di era sekarang ini, sering diadakan di gedung pertemuan, dimana resepsi akan dilaksanakan, dengan alasan efisiensi waktu dan tempat.
Tanda bukti Seorang istri kepada suami, serta kesiapan seorang suami untuk kepala keluarga yang bertanggung jawab.
Sebelum memulai sungkem, keris pengantin kakung harus dilepas dulu. Mengapa keris harus dilepas? Takut terjadi. menghadap sesepuh/raja, harus menanggalkan senjata! Yang pertama-tama disungkemi adalah orang tua pengantin putri, setelah itu baru orangtua pengantin kakung

10 Hal Penting Dalam Resepsi Pernikahan

Setiap pasangan mempunyai mimpi untuk memiliki wedding yang unik, mengesankan dan sempurna, dimana momen indah tersebut disimpan dan kelak akan menjadi drama cinta bagi anak-anak Anda dan menjadi kisah hidup paling bahagia dalam hidup Anda.

Setelah tanggal pernikahan ditentukan, mulailah hari – hari dimana Anda berdua merancang pesta terbaik untuk hidup Anda, segala sesuatu yang berhubungan dengan wedding reception harus disiapkan dengan sebaik mungkin. kami memberikan 10 hal penting yang biasanya ada didalam paket pernikahan.

Tempat Resepsi Pernikahan
Memesan tempat untuk resepsi pernikahan harus dilakukan jauh – jauh hari sebelum hari H. Tentukanlah tempat resepsi yang sesuai dengan tema atau konsep pernikahan serta budget yang Anda sediakan. Jika tempat resepsi sudah didapat, selanjutnya Anda dapat memikirkan hal yang lain dengan tenang.

Katering
Makanan yang akan Anda hidangkan untuk tamu undangan dapat dipesan melalui vendor-vendor yang memang bergerak dibidang ini. Carilah vendor yang sudah biasa bekerja melayani pesta pernikahan. Mereka biasanya akan memiliki berbagai macam tips yang berguna untuk Anda.

Baju Pengantin
Baju pengantin Wanita
Mengenakan gaun pengantin dan tampil sempurna merupakan impian semua Pengantin Wanita, Anda akan menghabiskan cukup banyak waktu untuk memilih gaun pengantin dengan menuju berbagai bridal studio. Konsultasikan bentuk tubuh Anda dengan desainer agar mendapatkan wedding dress yang tepat dan bagi yang mengadakan pernikahan adat dapat mengunjungi kategori Sanggar Rias untuk mencari pakaian adat pernikahan yang Anda perlukan
Baju pengantin Pria
Bagi Pengantin Pria tidaklah sekompleks gaun pengantin wanita, Anda dapat mencari model dari desain jas dari yang simpel sampai memiliki detail desain yang menawan sehingga sang pria tampil gagah. untuk pakaian adat pernikahan pria juga dapat Anda temui di kategori Sanggar Rias.

Make Up
Merias wajah calon pengantin juga penting, pilihlah makeup artist yang memang berprofesi merias wajah pengantin. Berikan informasi kepada penata rias akan tingkat sensitifitas kulit wajah atau kondisi kulit wajah Anda. Sehingga mereka dapat menyesuaikan produk kosmetik yang digunakan untuk merias wajah Anda.

Dekorasi
Menghias dan mempercantik tempat resepsi merupakan tugas dari vendor wedding decoration. Dekorasi meliputi tempat resepsi, pelaminan, kamar pengantin dan mobil pengantin. Konsultasikan wedding theme Anda dengan mereka untuk diterjemahkan melalui karya mereka di tempat resepsi pernikahan Anda.

Entertaintment
Pengisi acara dalam sebuah pernikahan bervariasi, pengisi acara dapat berupa MC, penyanyi, dancer atau pengisi acara yang lain. Mengundang artis terkenal dapat dijadikan pilihan, namun kembali lagi pada tema dan budget yang disediakan. Pilihlah hiburan yang tepat untuk acara pernikahan Anda.

Photo dan Video
Fotografer dan videografer bertugas mengabadikan momen spesial Anda. Mereka harus jeli menangkap setiap momen dalam pernikahan. Lihatlah cara mereka mengabadikan momen pernikahan yang pernah mereka abadikan, cobalah untuk merasa nyaman dengan mereka, agar Anda tidak canggung berpose didepan mereka.

Kartu Undangan dan Souvenir
Kesan pertama mengenai pernikahan dapat terlihat dari kartu undangan, bermacam desain cantik dan unik dapat dipilih untuk disesuaikan dengan tema pernikahan Anda, sementara itu Anda juga dapat memilih souvenir yang bermanfaat bagi tamu undangan agar mereka selalu mengingat momen pernikahan dari Anda.

Kue Pengantin
Kue Pengantin merupakan lambang dari kerjasama dalam membentuk rumah tangga. Desain dari kue pengantin sekarang ini hadir lebih bervariatif. Sesuaikan dengan wedding concept Anda, Konsultasikan kebutuhan kue pengantin Anda dengan vendor di kategori kue pengantin.

Lighting dan Special Effect
Lighting dan Special Effect digunakan untuk memeriahkan suasana pesta. Dekorasi dan hiburan menjadi lebih menarik dengan tata lampu dan spesial efek, carilah vendor yang profesional dalam bidang ini, agar pesta perkawinan Anda gemerlap dan lebih meriah. – See more at: semarangwedding.com